30 November 2014

30 November – Sifat Kasih Karunia Allah Yang Kelihatan

Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. – Kisah Para Rasul 11:21-23

Pada dasarnya, kasih karunia Allah bekerja di dalam hati manusia. “Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia” (Ibr 13:9). Namun, setiap saat kasih karunia bekerja di dalam kehidupan seseorang, akan muncul tanda-tanda yang kelihatan: “Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah.” Kalimat ini yang akan menjadi bahan renungan kita mengenai sifat kasih karunia Allah yang kelihatan.

Setelah Stefanus dirajam batu oleh pemimpin-pemimpin agama Yahudi, penganiayaan terhadap orang percaya semakin meningkat. Namun Tuhan justru menggunakan kesulitan ini untuk semakin memperluas pemberitaan Injil. “Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja” (Kis 11:19). Sementara yang lain mulai menjangkau orang-orang dengan latar belakang Yunani. “Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan” (Kis 11:20). Tuhan memakai mereka untuk menyentuh banyak jiwa. “Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.” Kabar mengenai tuaian rohani ini sampai ke Yerusalem. “Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.” Jadi, Barnabas pergi ke Antiokia, di mana gereja besar pertama dari orang bukan Yahudi sedang dilahirkan. Ketika ia tiba, apa yang tidak nampak menjadi kelihatan: “Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah.” Sangat jelas bagi Barnabas bahwa kasih karunia Tuhan sedang bekerja.

Apa yang Barnabas lihat pastilah serupa dengan fenomena rohani yang sedang terjadi di Kolose. Ketika injil diterima di sana, banyak jiwa yang mengalami perubahan: “Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya” (Kol 1:5-6). Di Kolose, karya batiniah kasih karunia Allah menghasilkan akibat lahiriah yaitu buah-buah rohani. Ketika Barnabas menyaksikan hal ini di Antiokia, “bersukacitalah ia.”

Ya Allah, aku memuji Engkau untuk kasih karunia-Mu yang sudah memberikan hati yang baru bagiku. Sekarang aku mohon agar kasih karunia-Mu berkarya lebih lagi dalam hati ku. Aku berdoa agar semua orang yang memperhatikan hidupku melihat bukti kasih karunia yang nyata. Biarlah hal tersebut membawa sukacita bagi mereka dan memuliakan Engkau, Amin.
___    

No comments:

Post a Comment