22 October 2014

22 Oktober – Oleh Iman Korban Abel Diterima

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. – Ibrani 11:4

Tuhan ingin agar manusia menjadi penyembah dalam roh kepada Dia. “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian” (Yoh 4:23). Hal ini hanya dapat terjadi melalui iman kepada Allah. Salah satu contoh adalah diterimanya persembahan korban Habel oleh iman.

Kain dan Habel adalah dua anak-anak Adam dan Hawa. Tiba saatnya mereka berdua mempersembahkan korban kepada Allah. “Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya” (Kej 4:3-4). Korban Kain ditolak oleh Tuhan, sementara korban Habel diterima. “Maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kej 4:4-5). Ayat renungan kita hari ini menuliskan alasan mengapa persembahan Habel diterima oleh Tuhan. “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain.” Korban Habel dipersembahkan dengan iman, yaitu hati yang mengandalkan Allah dan percaya kepada jalan-jalan-Nya. “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN... tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya” (Ams 15:8-9). Ketika Allah menerima korban Habel, Allah menyatakan bahwa Habel benar dihadapan-Nya: “Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar.” Alkitab juga mencatat bahwa Kain adalah orang yang tidak percaya sedangkan Habel berjalan dalam kebenaran. “Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar” (1 Yoh 3:12).

Ketika kita mempersembahkan korban kepada Allah, Ia memandang kepada hati kita. Apakah kita percaya kepada Dia? Apakah kita berserah kepada jalan kebenaran yang dinyatakan oleh firman-Nya? Apakah kita memberikan pujian, ucapan syukur, melakukan perbuatan baik, atau bersaksi kepada orang lain, apakah kita melakukan semuanya itu dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus? “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah” (Ibr 13:15-16). “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah” (1 Pet 2:5).

Allah Bapa di dalam Sorga, aku ingin menjadi penyembah dalam roh dan kebenaran. Aku bertobat dari segala korban yang aku persembahkan dengan motivasi pribadi. Aku ingin memberikan penyembahan kepada-Mu di dalam iman kepada Yesus Kristus, Tuhan-ku, Amin.
___    

No comments:

Post a Comment