17 February 2014

17 Februari – Kasih Karunia dan Perbuatan Baik (4)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. – Efesus 2:8-10

Ketika kita membahas mengenai kasih karunia dan perbuatan baik, berulang kali kita akan menemukan bahwa kasih karunia Allah bukan saja dalam bentuk kerelaan-Nya untuk mengampuni kita melalui pengorbanan diri-Nya di dalam Yesus Kristus, namun juga bahwa kasih karunia-Nya adalah sumber kuasa untuk membentuk dan memakai hidup kita sebagai orang percaya.

Tuhan menghendaki agar kita melakukan banyak pekerjaan baik untuk memuliakan nama-Nya yaitu dengan memperlengkapi orang-orang percaya dan menjangkau mereka yang belum percaya. Walaupun kita tidak diselamatkan oleh karena perbuatan baik kita, “itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”, tetapi kita diselamatkan untuk melakukan pekerjaan baik, “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik.”

Satu-satunya cara untuk kita dapat melakukan banyak pekerjaan baik adalah karena kasih karunia yang dilimpahkan oleh Tuhan dalam hidup kita. Pertama-tama, Ia menciptakan kita kembali lewat kelahiran baru di dalam Yesus Kristus: “Diciptakan dalam Kristus Yesus.” Kemudian Tuhan melanjutkan pekerjaan-Nya dalam hidup kita. Kita tidak membuat diri kita sendiri menjadi sarana pekerjaan Tuhan. Tuhanlah yang mengambil tanggung jawab tersebut, “Kita ini buatan Allah.” Tuhan ingin membentuk hidup kita menjadi ciptaan-Nya yang baru, yang agung, yang terus menerus diperbaharui sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya.

Kasih karunia Allah tidak hanya bekerja saat kelahiran baru dan pembentukan hidup kita saja. Tuhan bahkan sudah mempersiapkan pekerjaan baik apa saja yang Ia ingin kita lakukan. “Diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.” Luar biasa! Tuhan sudah merancangkan apa saja tindakan, pekerjaan, pelayanan yang harus kita lakukan. Lalu, mengapa pada kenyataannya kita tidak selalu melakukan pekerjaan baik Tuhan? Jawabannya ada pada bagian akhir dari ayat 10, “Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Kita memiliki tanggung jawab dalam proses ini. Kita harus dengan rendah hati berjalan dan mengandalkan Yesus setiap hari dalam hidup kita.

Yesus mengajar murid-muridnya mengenai hal ini. “Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yohanes 6:28-29). Memiliki iman kepada Allah adalah cara supaya Allah bekerja dalam hidup kita. Hal ini termasuk percaya kepada rencana-rencana-Nya, percaya bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik bagi kita, hidup mengandalkan Dia, menjadikan Dia Tuhan dan Tuan yang menuntun hidup kita untuk melakukan pekerjaan baik. Sikap ini akan menghasilkan pelayanan yang didasarkan kepada kuasa kasih karunia, seperti yang dialami oleh gereja mula-mula. “Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah” (Kis 4:33).

Ya Tuhan, Pencipta langit dan bumi, aku berterima kasih karena Engkau telah menciptakan aku menjadi baru di dalam Yesus Kristus. Aku bersyukur untuk pekerjaan-Mu yang terus menerus dalam hidupku. Bentuklah aku sesuai kehendak-Mu. Ampuni aku Tuhan jika aku sering mementingkan diriku sendiri dan meninggalkan tanggung jawab-ku untuk hidup di dalam pekerjaan baik yang Engkau sudah persiapkan bagiku. Tuhan, dengan rendah hati aku mau hidup mengikuti dan mengandalkan Engkau saja setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.

___

No comments:

Post a Comment