Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada
kita, yaitu hidup yang kekal. – 1 Yohanes 2:25
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup
yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. – 1 Yohanes 5:11
Pada renungan
sebelumnya, kita menyebutkan bahwa janji hidup yang kekal adalah “janji di atas
segala janji.” Sekarang kita akan memberikan perhatian lebih kepada janji ini.
Kita sudah melihat bahwa hidup yang kekal memiliki aspek kualitatif dan
kuantitatif. Dan bahwa hidup yang kekal adalah pemberian kasih karunia Allah,
yang kita terima dengan iman yang rendah hati. Ada beberapa hal lain dari hidup
yang kekal yang sangat mendidik kita jika kita renungkan.
Karunia hidup
yang kekal ternyata sudah di kita miliki sekarang, bukan hanya sesuatu yang
kita alami nanti. “Barangsiapa percaya kepada
Anak, ia beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:36). “Sesungguhnya barangsiapa
mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai
hidup yang kekal” (Yoh 5:24). “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa
percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yoh 6:47). Mereka yang
sudah menaruh imannya kepada Tuhan Yesus Kristus sudah memiliki hidup kekal
sekarang di bumi ini. Lebih dari itu, kita dapat dengan sungguh-sungguh
meyakini kebenaran tersebut. “Dan inilah
kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup
itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup;
barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu
kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu,
bahwa kamu memiliki hidup yang kekal” (1 Yoh 5:11-13). Hidup yang
kekal ada di dalam Yesus Kristus. “Akulah
kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia
sudah mati” (Yoh 11:25). “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).
Dialah hidup itu. Yesus tinggal di dalam hidup semua orang yang sudah percaya
kepada-Nya. Oleh karena itu, mereka yakin sudah memiliki hidup yang kekal.
Selain
memberikan keyakinan, ayat-ayat ini menekankan kepada aspek yang paling agung
dari hidup kekal. Yaitu bahwa hidup kekal tersebut semuanya berhubungan dengan
Yesus. “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh
11:25). “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). “Allah telah
mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya”
(1 Yoh 5:11). Agar kita dapat bertumbuh di dalam hidup itu, kita
harus memiliki persekutuan yang semakin intim dengan Dia yang memiliki hidup. “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka
mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang
telah Engkau utus” (Yoh 17:3). “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan
dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (1 Pet 3:18).
Ya Allah, aku bersukacita karena Kristus tinggal di dalam
hidupku. Oleh karena itu, dengan keyakinan yang penuh, aku tahu bahwa hidup
yang kekal sudah aku miliki saat ini. Sekarang aku rindu untuk bertumbuh
sepenuhnya dalam hidup ini, oleh karena itu aku menyiapkan hatiku untuk lebih mengenal-Mu.
Kiranya Engkau mengungkapkan diri-Mu lebih dan lebih lagi melalui firman-Mu
yang suci. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.
___
Ayo Baca Alkitab:
11 Juli - Kumpulan Mazmur (Mzm 115-118)
No comments:
Post a Comment