05 July 2014

05 Juli – Kesanggupan Tuhan dan Janji-Janji Tuhan (1)

Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! ... Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku? – Yeremia 32:17, 27

Dalam beberapa hari sebelum ini, kita sudah merenungkan banyak hal mengenai janji-janji Allah. Saat berbicara soal janji, kemampuan dari pihak yang membuat janji sangatlah penting. Jika dengan hati yang terbuka kita belajar mengenai kemampuan Allah dibandingkan dengan janji-janji-Nya, maka hasilnya adalah pertumbuhan iman. Dalam ayat-ayat renungan hari ini, kemampuan Tuhan untuk menepati janji-Nya di jamin berdasarkan peran Allah dalam penciptaan dan oleh karena kuasa-Nya atas umat manusia.

Seberapa mampukah Tuhan menepati janji-janji-Nya? Nabi Yeremia menjawab pertanyaan ini dengan pernyataan mengenai Allah sebagai pencipta alam semesta. “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!” Karena Allah mampu menciptakan segala sesuatu, kita dapat yakin bahwa Ia juga mampu untuk menepati apa yang Ia janjikan. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1). Ia dapat melakukan ini hanya dengan perkataan-Nya. “Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi” (Kej 1:3), “Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian” (Kej 1:6-7). Pemazmur menulis mengenai Allah yang luar biasa ini. “Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya... Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada” (Mzm 33:6, 8-9). Ketika Tuhan kita, Pencipta langit dan bumi, mengucapkan janji-janji-Nya, kita seharusnya tunduk di hadapan-Nya dan mengaku seperti Yeremia, “Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”

Keyakinan kita kepada kemampuan Allah untuk menepati janji-janji-Nya semakin diperkuat dengan pertanyaan-Nya kepada Yeremia. “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?” Tuhan kita bukan saja pencipta langit dan bumi, tetapi Ia juga penguasa atas umat manusia. Pemazmur juga melihat kebenaran ini. “TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun” (Mzm 33:10-11). Ketika Tuhan kita, Penguasa atas seluruh bangsa-bangsa, memberikan janji-janji-Nya kepada kita, kita dapat mengajukan pertanyaan: “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-[Dia]?”

Ya Allah, Pencipta alam semesta, Penugasa atas seluruh umat manusia. Tentu saja Engkau sanggup untuk melakukan semua yang sudah Engkau janjikan. Tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.
___

No comments:

Post a Comment