30 March 2014

30 Maret – Berkuasa dalam Hidup melalui Kristus

Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. – Roma 5:17

Tuhan ingin agar kita hidup dan bertumbuh di dalam berkat kemenangan-Nya. Kita bisa berjalan dalam kemenangan pada saat kita mulai menjadi orang percaya kepada Kristus, karena kita hanya akan bisa “hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”

“Oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu.” Karena dosa Adam, umat manusia mengalami kematian rohani. Iblis menggunakan kematian ini untuk menguasai dan merusak kehidupan manusia. Yesus mengambarkan iblis seperti seorang pencuri. “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan” (Yoh 10:10). Itulah sebabnya kehidupan manusia penuh dengan kekalahan, kegagalan dan kematian. “Maut” menguasai semua keturunan Adam.

Sebuah sumber kuasa yang lebih besar dapat ditemukan di dalam Kristus. “Lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.” Sumber daya sorgawi begitu besar sehingga dapat menggantikan kekalahan di dalam Adam dengan kemenangan di dalam Kristus. Sumber daya yang diberikan ada dua yaitu: “kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran.”

Di dalam Kristus setiap orang percaya menerima “anugerah kebenaran.” Yaitu kebenaran yang Tuhan Yesus berikan kepada kita melalui iman. Kebenaran ini memungkinkan kita untuk berdiri di hadapan Allah yang Kudus: “Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan” (Flp 3:9). Semua orang percaya memiliki anugerah ini, namun tidak semua orang percaya hidup dalam kemenangan. Kuncinya adalah kesadaran bahwa mereka sebenarnya “telah menerima kelimpahan kasih karunia.” Setiap orang Kristen adapah penerima kasih karunia. Namun, banyak dari mereka yang tidak hidup di dalam kasih karunia dari hari ke hari. Mereka hidup berdasarkan daging mereka sendiri, artinya mengandalkan diri mereka sendiri yang merupakan keturunan jasmani Adam.

Ingatlah bahwa hidup di dalam kasih karunia berarti hidup di dalam iman dan dalam kerendahan hati. “Allah… mengasihani orang yang rendah hati” (Yak 4:6). Dan melalui Yesus, “kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah” (Rom 5:2).

Tuhan sumber kasih karunia, dahulu kuasa maut sudah menghancurkan hidupku, membawa kekalahan dan kegagalan. Ajar aku untuk mengalami kelimpahan kasih karunia-Mu, supaya aku dapat berkuasa dan berkemenangan di dalam hidup, melalui Anak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.
___

No comments:

Post a Comment