28 March 2014

28 Maret – Persekutuan yang Intim di dalam Kristus

Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. – Efesus 2:13

Kita sudah melihat bahwa perjanjian baru kasih karunia adalah sebuah perjanjian mengenai persekutuan. Dalam kata-kata sederhana “di dalam Kristus” memperlihatkan kedekatan dan keintiman yang tersedia oleh karena kasih karunia. Secara rohani kita hidup “di dalam Kristus”. “Di dalam Kristus” juga berbicara bagaimana cara kita hidup. Sama seperti ikan yang hidup di dalam air dan hidup dari sumber daya yang tersedia di dalam air, kita hidup “di dalam Kristus” dan hidup dari sumber daya yang tersedia “di dalam Kristus.”

Kita yang sudah percaya kepada Yesus tidak saja “sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus.” Kita juga menjadi satu dengan Dia, sama seperti tubuh menjadi satu dengan kepala. “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat” (Kol 1:18). Bahkan sebenarnya, kita dipersatukan dengan Tuhan Yesus lebih erat dari pada anggota tubuh fisik kita kepada kepala fisik kita. Kita dapat mengandalkan Yesus untuk mengarahkan dan mengatur kita. Kita dapat mengandalkan Dia untuk merancang dan memimpin seluruh hidup kita. Kita dapat mengandalkan Dia untuk mengawasi, memelihara dan menyesuaikan semua hal yang mempengaruhi kita.

Persekutuan dalam keintiman ini juga digambarkan seperti pokok anggur dengan ranting-rantingnya. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (Yoh 15:5). Kita dapat mengandalkan Dia untuk segala sumber daya kehidupan kita. Kita tidak dapat menghasilkan kehidupan sendiri. Yang kita harus lakukan adalah memusatkan perhatian kita untuk tinggal dan mengandalkan Dia, maka Ia akan membuat hidup kita berbuah dan buahnya dinikmati oleh banyak orang lain.

Keintiman yang Tuhan ingin tumbuhkan dengan kita juga digambarkan seperti hubungan antara seorang suami dan seorang istri. “Kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati” (Rom 7:4). Kita dapat mengandalkan kesetiaan Yesus untuk mengasihi kita dan bahkan berkorban bagi kita. Kita dapat tinggal dalam persekutuan yang kekal di dalam Dia, yang tidak akan pernah meninggalkan kita, untuk alasan apapun, sepanjang perjalanan kita di dunia ini.

Betapa luar biasa berkat yang tersedia bagi kita sekarang dan untuk selama-lamanya “di dalam Kristus.” Untuk selama-lamanya kita dipersatukan dalam keintiman dengan Dia. Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih dan kebaikan-Nya: “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rom 8:38-39). “Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus” (Ef 2:7).

Tuhan Yesus, aku sungguh terpesona oleh keintiman yang tersedia bagiku, saat aku sudah menjadi satu dengan Engkau. Tuhan, aku ingin mengandalkan Engkau sebagai pokok anggurku, mengikuti Engkau sebagai kepalaku, dan mengasihi Engkau sebagai mempelaiku. Tuhan, perlihatkan senantiasa kepadaku buah yang dihasilkan oleh karena persekutuan dengan Engkau dari sekarang sampai selama-lamanya. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.
___

No comments:

Post a Comment